Tentang Agama Kaharingan

Kaharingan adalah agama asli lokal di Kalimantan. Sebelumnya, agama Kaharingan disebut agama helu. Istilah Kaharingan diperkenalkan oleh Tjilik Riwut dan digunakan hingga sekarang. Kaharingan berasal dari kata haring yang berarti hidup.

Kaharingan adalah Kehidupan

Kaharingan adalah kehidupan, kehidupan adalah Kaharingan. Orang Kaharingan percaya bahwa Sang Pencipta menitipkan pesan kehidupan melalui diri sendiri. Mengakui keberadaan Sang Pencipta dimulai sejak dalam rahim. Pengakuan ini menjadi dasar 5 (lima) sarahan atau pengakuan iman Kaharingan.

Apakah Kaharingan bagian dari Hindu?

Penganut Kaharingan dapat mencantumkan Hindu dalam dokumen kependudukan dan lainnya, tetapi dalam menjalankan kegiatan keagamaan tetap menggunakan ajaran Kaharingan yang murni.

Terlepas dari integrasi, Kaharingan tidak memiliki hubungan dengan Hindu. Kaharingan adalah agama asli orang Dayak, sementara Hindu berasal dari India. Dalam hal kepercayaan, Kaharingan dan Hindu memiliki beberapa pandangan yang bertolak belakang. Misalnya: orang Hindu tidak boleh mengkonsumsi sapi, sementara orang Kaharingan malah mengurbankan sapi saat upacara tiwah.

Mengapa tidak menggunakan Hindu Kaharingan?

Kami tidak dapat menggunakan kata Hindu dan Kaharingan secara bersamaan karena itu melanggar dokumen integrasi.

Dalam dokumen integrasi, PHDI secara jelas menyatakan bahwa Hindu hanya ada satu. Penganut Kaharingan yang memilih bergabung dengan Hindu wajib beralih ke ajaran Hindu secara murni. Sementara itu, selama ini penganut Kaharingan tidak bersedia melakukannya. Kaharingan memiliki konsep kepercayaan independen.

Apa tujuan integrasi Kaharingan dengan Hindu?

Penganut Kaharingan kesulitan mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara Indonesia. Ketika membuat KTP, warga negara Indonesia wajib memilih salah satu agama yang diakui pemerintah. Sementara itu, Kaharingan tidak terdaftar sebagai agama yang diakui pemerintah. Untuk mengatasi masalah itu, lembaga yang menaungi Kaharingan memohon integrasi dengan agama Hindu.

Jadi, tujuan dari integrasi adalah agar penganut Kaharingan mendapatkan hak yang sama sebagai warga negara Indonesia. Ini berlaku hingga pemerintah dapat bertindak adil.